Selasa, 27 Mei 2014

Gaya Hidup Pemuda Zaman Sekarang

Gaya Hidup Pemuda Indonesia Zaman Sekarang
Description: G:\indonesia-sumpah-pemuda1.jpg%3fw=300&h=149            Pemuda merupakan penerus perjuangan generasi terdahulu untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Pemuda menjadi harapan pada setiap kemajuan didalam suatu bangsa. Pemudalah yang dapat merubah pandangan orang terhadap suatu bangsa dan menjadi tumpuan para generasi terdahulu untuk mengembangkan suatu bangsa dengan ide-ide ataupun gagasan yang berilmu, wawasan yang luas, serta berdasarkan kepada nilai-nilai dan norma yang berlaku didalam masyarakat. Pemuda dalam tiap masa selalu menjadi tulang punggung sebuah perubahan. Apakah itu perubahan menuju lebih baik atau sebaliknya? Sejak dahulu, sejak zaman Boedi Oetomo berdiri sudah terasa sekali peran para pemuda dalam perubahan yang terjadi di masyarakat Indonesia. Selain itu, bila kita tilik balik kembali perjalanan sejarah bangsa Indonesia ini, perubahan era kepemimpinan juga merupakan hasil dari perjuangan para pemuda di zamannya, kita lihat saja perubahan dari era orde Lama dibawah kepemimpinan presiden Soekarno ke era orde Baru di bawah kepemimpinan presiden Soeharto juga tidak lepas dari para mahasiswa angkatan ’66 yang meneriakkan revolusi.
            Sedangkan pemuda zaman sekarang, masih terkesan acuh terhadap masalah-masalah sosial di lingkungannya. Pemuda-pemuda saat ini telah terpengaruh dalam hal pergaulan bebas , penyalahgunaan narkotika, kenakalan remaja, bahkan kemajuan teknologi pun yang seharusnya membuat mereka lebih terfasilitasi untuk menambah wawasan ataupun bertukar informasi justru malah disalahgunakan. Tidak jarang kaum-kaum muda saat ini yang menggunakan internet untuk hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan seorang pemuda, seperti membuka situs-situs porno dan sebagainya. Masa depan ada di tangan pemuda. Ungkapan ini memiliki semangat konstruktif bagi pembangunan dan perubahan. Pemuda tidak selalu identik dengan kekerasan dan anarkisme tetapi daya pikir revolusionernya yang menjadi kekuatan utama. Sebab, dalam mengubah tatanan lama budaya bangsa dibutuhkan pola pikir terbaru, muda dan segar.
            Terjadinya perubahan gaya hidup (life style) pemuda zaman kini tak lepas dari perubahan budaya, pola pikir yang dianut oleh masyarakat yang bersangkutan. Pemuda lebih senang dengan hal-hal yang serba instan, pragmatis, dan cenderung kebarat-baratan. Hal itu dapat kita lihat dalaam bentuk rambut, pakaian, maupun sepatu dan lain-lain. Itu dimungkinkan karena alam modern menyediakan berbagai macam alternatif dalam kehidupan. Manusia hanya memilih mana yang suka, tidak suka, cocok dan tidak cocok. Akibatnya sangat fatal, budaya asli yang dulu menjadi tonggak budaya masyarakat menjadi terkubur oleh budaya baru yaitu budaya modern yang tidak lain adalah budaya barat. Contoh yang paling praktis adalah kebaya. Pada zaman dulu kebaya menjadi salah satu pakaian istimewa, favorit di masyarakat kita. Setiap ada upacara besar kebaya pun tak pernah luput dari mata, namun seiring dengan berkembangnya zaman yang makin maju, terbuka kebaya kelamaan ditinggalkan oleh masyarakat. Dan beralih ke bentuk pakaian-pakaian yang lebih simple, praktis, dan memberi warna tersendiri bagi setiap orang yang menggunakannya.
Description: G:\images%3fq=tbn%3aANd9GcQ2ZKXZKFCPcnQXx-wVrXjRGRKreNIywy7NdzkLS448xuWDWt49sGvgywLunturnya Rasa Nasionalisme di Kalangan Pemuda
            Bagi para pemuda, nasionalisme hanyalah usaha membela bangsa guna mengusir penjajah. Seola-olah bagi pemuda masa kini nasionalisme hanya disaat mereka hormat pada Bendera Merah Putih disaat upacara bendera hari Senin di sekolahnya. Semangat untuk berkorban, berbakti, dan berjuang demi bangsa dan negara cenderung hilang apalagi di era modern ini, perjuangan akan lebih berat. Sebab musuh tidak sekedar dari luar, bahkan sosok pada diri kita sendiri. musuh tersebut bisa berbentik kebodohan, kemiskinan, kemalasan, dan ketidakrelaan untuk berkorban terhadap bangsanya sendiri.
            Hal ini terlihat jelas bahwa memang nasionalisme golongan muda sekarang sedang diuji. Budaya barat dengan mudahnya masuk dan mempengaruhi kepribadian bangsa. Apabila hal ini tidak segera ditangani dengan serius maka kita tidak tahu bagaimana nasib bangsa Indonesia beberapa tahun mendatang ketika pemerintah memulai dipegang oleh para pemuda yang memiliki gaya hidup yang tidak sesuai dengan bangsa yang ia pimpin. Yang terjadi saat ini, nasionalisme masyarakat Indonesia mulai terkikis akibat pengaruh globalisasi yang semakin deras. Pengaruh tersebut sudah dirasa dalam berbagai aspek kehidupan ekonomi, pendidikan, sosial, dan budaya. Utamanya globalisasi sangat mengancam kaum muda karena kondisi psikis kaum  muda terbilang masih labil sehingga mudah terpengaruh dari luar. Mereka kurang sadar akan ancaman tersebut dan kurang menganggap penting nasionalisme.
            Banyak para pemuda Indonesia yang merasa pemerintah Indonesia sering menggunakan kekuasaannya hanya untuk kepentingan sendiri, bukan sekedar untuk mensejahterakan rakyatnya. Banyak pemuda yang merasa kecewa akan hal itu dan akhirnya merasa antipati terhadap keadaan bangsanya. Mereka cenderung berfikir meskipun ia telah berupaya dan melakukan banyak hal mengenai kelangsungan pemerintahan Indonesia, namun kadang aspirasinya kurang ditanggapi pemerintah. Dan kebijakan yang tersusun hanya berdasarkan dari hasil pemikiran pemerintahan saja.

            Masyarakat masih membutuhkan pemuda-pemudi yang memiliki kematangan intelektual, kreatif, percaya diri, inovatif, memiliki ketidaksetiakawanan sosial dan semangat nasionalisme yang tinggi dalam pembangunan nasional. Pemuda diharapkan mampu bertanggung jawab dalam membina kesatuan dan persatuan NKRI, serta mengamalkan nilai-nilai yang ada didalam  pancasila agar terciptanya kedamaian, kesejahteraan umum serta kerukunan antar bangsa. Bangun pemuda-pemudi Indonesia. Tanamkan semangat yang berkobar didadamu. Bersatulah membangun Negara tercinta. Semoga Negara kita ini tetap bersatu seperti slogan budaya bangsa yang tercermin dalam Bhineka Tunggal Ika, berkaryalah pemuda-pemudi Indonesia, majukan negara kita, jadilah Soekarno dan Moh. Hatta berikutnya yang memiliki semangat juang tinggi dalam membangun bangsa. Yang paling penting nasib bangsa Indonesia baik buruknya ke depan itu akan sangat bergantung pada generasi penerusnya yaitu generasi muda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar